Persyaratan jarak dan pemasangan antar pembangkit tenaga angin melibatkan berbagai aspek, dan berikut adalah informasi utamanya:
1. Persyaratan jarak: Secara umum, jarak antar turbin angin disarankan antara 3 hingga 5 kali diameter bilah turbin angin. Misalnya, turbin angin 2 MW biasa memiliki diameter bilah sekitar 80 hingga 100 meter, sehingga idealnya, jarak antar turbin angin tersebut sekitar 240 hingga 500 meter. Selain itu, telah disebutkan bahwa jarak antar menara angin di ladang angin lepas pantai membutuhkan jarak 200 meter antar turbin angin, karena jarak yang terlalu dekat dapat saling memengaruhi.
2. Pertimbangan desain tata letak: Selain efek turbulensi, desain tata letak ladang angin juga perlu mempertimbangkan secara komprehensif lingkungan geografis, ketersediaan lahan, dan distribusi spasial sumber daya energi angin. Di daerah dengan sumber daya energi angin yang melimpah dan medan yang datar, jarak antar turbin angin dapat lebih rapat; sebaliknya, di daerah dengan medan yang kompleks atau sumber daya energi angin yang relatif langka, tata letak turbin angin dapat lebih jarang. Ekonomi juga merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Terlalu jarang dapat mengurangi output energi, sedangkan terlalu rapat dapat menurunkan efisiensi pembangkitan daya turbin angin individual dan meningkatkan biaya pembangunan infrastruktur.
3. Persyaratan pemasangan: Jarak antara pembangkit listrik tenaga angin dan kawasan permukiman harus sesuai dengan peraturan Badan Energi Nasional, yang biasanya dirumuskan bersama oleh departemen perlindungan lingkungan nasional dan departemen manajemen energi, untuk memastikan bahwa pembangunan proyek tenaga angin tidak akan berdampak buruk pada lingkungan hidup dan kesehatan penduduk di sekitarnya. Standar ini akan mempertimbangkan secara komprehensif faktor-faktor seperti kebisingan turbin angin, efek kedipan bayangan, radiasi elektromagnetik, dll., dan menetapkan jarak aman yang wajar berdasarkan faktor-faktor tersebut.
Singkatnya, persyaratan jarak dan pemasangan antar pembangkit listrik tenaga angin perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi, dan lingkungan. Desain dan implementasi spesifik harus didasarkan pada situasi aktual dan standar yang relevan.