loading

Naier adalah produsen dan pemasok turbin angin profesional, yang berspesialisasi dalam R&D dan manufaktur selama 15 tahun 

Mengapa efisiensi turbin angin sumbu vertikal rendah?

Alasan utama efisiensi turbin angin sumbu vertikal (VAWT) lebih rendah dibandingkan turbin angin sumbu horizontal (HAWT) melibatkan berbagai faktor seperti karakteristik aerodinamis, desain struktural, dan lingkungan operasi. Berikut adalah analisis rinci:
1. Efisiensi aerodinamis rendah

Kemampuan memulai sendiri yang buruk: Sudut serang sebagian besar turbin angin sumbu vertikal (terutama tipe Dario) pada bilah turbin terus berubah selama rotasi, sehingga sulit untuk menghasilkan torsi awal yang cukup pada kecepatan angin rendah dan membutuhkan perangkat tambahan atau gaya eksternal untuk memulai.

Masalah stall dinamis: Ketika bilah berputar ke sisi yang berlawan arah angin, arah aliran udara relatif terhadap bilah berubah secara drastis, yang dapat dengan mudah menyebabkan stall dinamis dan mengakibatkan kehilangan energi.

Interferensi antar bilah: Bilah-bilah kipas sumbu vertikal akan melewati daerah aliran turbulen di bagian hilir selama rotasi, dan dipengaruhi oleh turbulensi dari aliran turbulen di belakang bilah depan, sehingga mengurangi efisiensi aerodinamis.

2. Desain struktural dan keterbatasan material

Konsentrasi tegangan kelelahan: Struktur pendukung (seperti kabel atau pilar) dan pangkal bilah kipas sumbu vertikal dikenai beban bolak-balik siklik, yang rentan terhadap kerusakan akibat kelelahan dan membatasi desain skala besar.

Kompleksitas manufaktur bilah: Proses manufaktur bilah melengkung (seperti tipe Daryl) lebih kompleks, mahal, dan sulit diterapkan untuk desain airfoil yang efisien dibandingkan dengan bilah lurus dengan sumbu horizontal.

3. Koefisien pemanfaatan energi angin (Cp) yang rendah

Batas teoritis rendah: Koefisien pemanfaatan energi angin maksimum secara teoritis untuk kipas sumbu vertikal adalah sekitar 0,4, sedangkan untuk kipas sumbu horizontal dapat mencapai 0,59 (batas Bates).

Kesenjangan efisiensi aktual: Efisiensi konversi energi angin aktual dari kipas sumbu vertikal biasanya hanya 10% -30%, sedangkan kipas sumbu horizontal modern dapat mencapai 40% -50%.

4. Adaptabilitas lingkungan yang tidak memadai

Sensitif terhadap perubahan arah angin: Meskipun kipas sumbu vertikal secara teoritis dapat menerima arah angin apa pun, sulit untuk mempertahankan sudut serang bilah yang optimal dalam lingkungan angin turbulen atau yang sering berubah.

Ketahanan angin yang lemah: Kipas sumbu vertikal besar rentan terhadap masalah stabilitas karena getaran struktural di bawah angin kencang, dan desain sistem pengeremannya lebih kompleks.

5. Skenario aplikasi dan kematangan teknologi

Keterbatasan skala: Turbin angin sumbu vertikal sebagian besar digunakan untuk pembangkit listrik terdistribusi skala kecil dan menengah (seperti lingkungan perkotaan), tetapi proyek pembangkit listrik tenaga angin komersial skala besar masih didominasi oleh sumbu horizontal, yang telah dioptimalkan selama beberapa dekade dan memiliki kematangan teknologi yang tinggi.

Investasi R&D yang lebih rendah: Karena pangsa pasar yang kecil, kemajuan teknologi dalam optimasi aerodinamika, penelitian material, dan sistem kontrol untuk kipas sumbu vertikal relatif lambat.

Keunggulan dan Skenario Penerapan Kipas Sumbu Vertikal

Meskipun efisiensinya rendah, kipas sumbu vertikal tetap memiliki beberapa keunggulan unik:

Tidak memerlukan sistem yaw: dapat menangkap angin dari segala arah.

Tingkat kebisingan rendah dan keamanan: Kecepatan rendah, kebisingan rendah, dan lintasan pergerakan bilah yang relatif aman bagi burung.

Perawatan yang mudah: Generator dan peralatan lainnya dapat diletakkan di tanah untuk memudahkan perawatan.

Oleh karena itu, turbin angin sumbu vertikal lebih cocok untuk diaplikasikan di lingkungan perkotaan dengan turbulensi yang kuat dan arah angin yang berubah-ubah, atau sistem pasokan listrik off-grid kecil, daripada ladang angin skala besar.

ringkasan

Alasan utama rendahnya efisiensi turbin angin sumbu vertikal adalah kurangnya karakteristik aerodinamis yang melekat, yang membatasi kemampuannya untuk menangkap energi angin. Selain itu, kelelahan struktural dan tantangan skala membuatnya sulit bersaing dengan turbin angin sumbu horizontal. Di masa depan, dengan pengembangan material baru dan teknologi pengendalian aliran seperti flap aktif dan generator pusaran, efisiensi turbin angin sumbu vertikal diharapkan akan meningkat, tetapi mereka mungkin masih memainkan peran pelengkap di pasar energi angin utama.

Sebelumnya
Seberapa ramah lingkungan pembangkit listrik tenaga angin?
Bagaimana cara kerja pengereman turbin angin?
lanjut
Direkomendasikan untukmu
tidak ada data
Berhubungan dengan kami
Naier adalah perusahaan yang mengintegrasikan R&D, produksi, dan penjualan turbin angin ukuran kecil dan menengah.
Hubungi kami
Tambahkan:
Taman Inovasi Ilmiah di Tepi Barat Danau Taihu, Kota Zhoutie, Kota Yixing


Kontak person: Kris
Telp: +86-13564689689
Hak Cipta © 2024 Yixing Naier Tenaga Angin Technology Co., Ltd - smartwindturbine.com | Peta Situs | Kebijakan Privasi
Customer service
detect