loading

Naier adalah produsen dan pemasok turbin angin profesional, yang berspesialisasi dalam R&D dan manufaktur selama 15 tahun 

Mode operasi dan istirahat turbin angin

Sebagai solusi energi terbarukan, turbin angin bergantung pada konversi energi angin menjadi energi listrik. Pertanyaan umum yang muncul adalah apakah turbin perlu istirahat selama pengoperasian jangka panjangnya. Artikel ini akan membahas mode operasi, mode istirahat, dan manajemen operasi serta pemeliharaan terkait turbin angin.

1. Mode pengoperasian:

Mode operasi turbin angin mengacu pada kondisi kerja normalnya, di mana rotor digerakkan untuk berputar oleh angin ketika terdapat angin yang cukup, sehingga menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Turbin angin dapat beroperasi terus menerus selama terdapat pasokan energi angin yang cukup.

2. Mode istirahat:

1. Mode istirahat kecepatan angin tinggi: Ketika kecepatan angin mencapai atau melebihi kecepatan angin nominal turbin angin, untuk melindungi pengoperasian unit yang aman dan stabil, turbin angin akan memasuki mode istirahat. Dalam mode istirahat, generator akan berhenti beroperasi dan rotor akan tegak lurus terhadap arah angin, mengurangi penangkapan gaya angin untuk menghindari kecepatan dan getaran yang berlebihan.

2. Mode penundaan kecepatan angin rendah: Ketika kecepatan angin terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan pembangkitan daya, turbin angin juga akan memasuki mode istirahat. Dalam hal ini, generator akan ditunda untuk jangka waktu tertentu sebelum dihidupkan kembali untuk menunggu daya angin yang cukup kembali ke kondisi di mana ia dapat menghasilkan listrik.

3. Manajemen operasi dan pemeliharaan:

Pengelolaan operasi dan pemeliharaan turbin angin merupakan kunci untuk memastikan pengoperasiannya yang aman dan efisien. Berikut beberapa langkah umum dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan:

1. Sistem pemantauan: Dengan menggunakan sistem pemantauan, pemantauan parameter secara real-time seperti kecepatan angin, kecepatan putaran, suhu, dll. dapat dilakukan, dan diagnosis kesalahan serta peringatan dapat dilakukan untuk mengambil tindakan yang sesuai secara tepat waktu.

2. Pemeliharaan dan perawatan: Periksa dan rawat turbin angin secara berkala, termasuk memeriksa keausan peralatan, mengganti oli pelumas, mengencangkan baut, dll., untuk memastikan pengoperasiannya normal.

3. Langkah-langkah keselamatan: Mengembangkan prosedur operasi keselamatan yang sesuai, melatih personel operasi dan pemeliharaan, memastikan bahwa mereka memahami dan mematuhi standar keselamatan dan prosedur operasi yang relevan.

Turbin angin tidak memerlukan istirahat selama beroperasi, tetapi pada kecepatan angin tinggi dan rendah, turbin akan memasuki mode istirahat yang sesuai untuk melindungi pengoperasian unit yang aman dan stabil. Manajemen operasi dan pemeliharaan adalah kunci untuk memastikan pengoperasian turbin angin yang normal, termasuk sistem pemantauan, pemeliharaan dan perawatan, serta penerapan langkah-langkah keselamatan. Hanya melalui manajemen dan pemeliharaan yang ilmiah, turbin angin dapat beroperasi secara efisien dan andal, menyediakan energi bersih bagi masyarakat.

Sebelumnya
Berapakah efisiensi pembangkitan daya turbin angin di daerah dengan kecepatan angin rendah atau tidak stabil?
Bagaimana cara membuat bilah turbin angin berukuran besar?
lanjut
Direkomendasikan untukmu
tidak ada data
Berhubungan dengan kami
Naier adalah perusahaan yang mengintegrasikan R&D, produksi, dan penjualan turbin angin ukuran kecil dan menengah.
Hubungi kami
Tambahkan:
Taman Inovasi Ilmiah di Tepi Barat Danau Taihu, Kota Zhoutie, Kota Yixing


Kontak person: Kris
Telp: +86-13564689689
Hak Cipta © 2024 Yixing Naier Tenaga Angin Technology Co., Ltd - smartwindturbine.com | Peta Situs | Kebijakan Privasi
Customer service
detect